"Shad...
Kurang monyong mas, harus pakai monyong"
Sementara itu, beberapa kilometer dari tempat ini, beberapa waktu sebelumnya.
"Selama ini kita beranggapan kalau tidak monyong belum sempurna Shadnya. Padahal dalam tata bahasanya, Shad itu kalau dilafalkan sampai monyong berarti kita sudah melanggar hak huruf Shad itu sendiri, nanti malah bisa merubah arti".
#Nah loh
Jelas sebagai pemula, kebingungan pasti merasuk. Perbedan lagi-lagi yang dihadapi. Guru yang satu berkata hukum yang ini, guru yang lain berpedoman pada hukum yang itu. Dengan dasar-dasar yang bisa diperdebatkan, para pemula selalu menjadi korban dari kebingungan ini.
"Qaf-nya jangan terlalu ditekan mas, nanti malah jadi 'Ain. Ingat juga jangan sampai monyong kalau melafalkan Shad..."
Saya masih terus belajar meskipun suara-suara perbedaan masih bahkan makin lantang terdengar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar